Honai, Rumah Adat Papua Yang Unik dan Masih Dilestarikan

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau. Berjajar dari ujung Sabang sampai Merauke. Hal inilah yang membuat Indonesia dikenal sebagai negara kaya akan adat budayanya. Ada banyak pulau, ada banyak daerah membuat Indonesia ditinggali oleh beragam suku.

Salah satunya adalah masyarakat yang tinggal di Papua. Mereka yang tinggal di Papua sebagian besar masih mengadopsi adat kebudayaannya, bahkan sampai rumah adat papua pun masih kerap digunakan sebagai tempat tinggal. Berbeda dengan rumah adat Jawa Barat atau rumah adat Sumatera Utara yang sudah sangat jarang menggunakan rumah adatnya sebagai tempat tinggal.

Rumah Adat Papua (Hanoi) wikimedia.org

Pada artikel ini, informasi yang akan disampaikan adalah mengenai salah satu rumah adat Indonesia yang berada di kawasan Papua atau disebut juga sebagai Honai.

Rumah Adat Papua

Honai merupakan asal kata dari “Hun” artinya pria yang sudah beranjak dewasa dan “ai” artinya sebah rumah sehingga bisa diartikan honai merupakan rumah pria dewasa. Tapi lain nama lain fungsi, karena honai sendiri tidak hanya digunakan oleh pria saja, mereka para perempuan pun kerap kali tinggal di dalam honai. Sementara bagi kaum perempuan, rumah honai disebut sebagai Ebeai.

Honai sendiri merupakan rumah yang dibangun secara tradisional dengan lantai kayu dan atap yang terbuat dari jerami atau sagu, mempunyai ciri khas desain kerucut, di tambah ada pintu kecil serta lantai yang hanya disangga oleh tiang kayu saja.

Rumah adat papua ini tidak mempunyai jendela. Hanya ada pintu pada bagian depan dan belakang, alasannya agar bisa menjaga suhu dalam rumah tetap hangat karena masyarakat Papua banyak tinggal di daerah dataran tinggi. Untuk tinggi, biasanya hanya mencapai 2,5 meter saja.

  Mengenal Fungsi Tiap Bangunan Rumah Adat Bali

Ada beberapa tipe rumah honai, yaitu honai untuk pria, Ebei untuk perempuan dan wamai untuk kandang babi. Di samping itu, Honai juga memiliki fungsinya tersendiri selain dijadikan sebagai tempat tinggal. Antara lain:

Sebagai Tempat Penyimpanan

Selain dijadikan sebagai tempat untuk tidur, Honai juga dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan berbagai macam alat perang dan berburu. Ada juga beberapa benda yang dianggap berharga menurut suku setempat dan adat sehingga harus dilindungi secara khusus di dalam Honai.

Sebagai Tempat Menggembleng Anak Laki-Laki

Bagi masyarakat Papua, anak laki-laki mempunyai peran yang sangat penting khususnya untuk suku Dani. Sehingga secara khusus ada Honai yang dibuat untuk menggembleng anak laki-laki agar mereka bisa segera tumbuh menjadi pria dewasa, melindungi serta memimpin suku.

Sebagai Tempat Bermusyawarah

Meskipun masih tradisional bukan berarti mereka tidak bisa melakukan musyawarah. Masyarakat Papua pun kerap kali melakukan musyawarah untuk menyusun strategi perang.

Adapun filosofi atau makna dari Honai adalah sebagai bentuk pemersatu kelompok, tergambar dari bentuknya yang melingkar, mengartikan bahwa mereka harus menjadi suku yang bisa tetap solid satu sama lainnya.

Nama Suku di Papua

Di Papua, ada banyak sekali suku yang tinggal. Mereka juga masih satu rumpun dengan Suku Aborigin Australia karena memang jaraknya yang berdekatan. Sementara itu, untuk suku yang tersebar di kawasan Papua juga dibedakan menjadi 2, ada Papua Barat dan Papua Timur.

Untuk Papua Barat diantaranya Arafak, Asmat, Dani, Fayu, Ekari, Lani, Amungme, Lani, Koteka, Kombay, Fayu dan banyak lagi, bisa mencapai 400 lebih suku yang tinggal. Sementara di Papua Timur juga bisa mencapai 800 lebih suku yang tinggal.

  Rumah Adat Jawa Tengah Serta Keunikan Adat Kebudayaanya

Pakaian Adat Papua

Pakaian Adat Papua mudwise.com

Meskipun terkesan masih sangat tradisional, namun masyarakat Papua juga mempunyai pakaian adatnya sendiri. Bahkan ada bermacam-macam jenis pakaian adatnya, diantaranya:

Pakaian Sali

Pakaian adat yang biasa dikenakan oleh perempuan lajang atau belum menikah. Terbuat dari bahan kulit pohon dengan warna coklat.

Pakaian Rumbai

Rok rumbai biasanya dikenakan bersama setelan pakaian adat, rok yang terbuat dari bahan dasar susunan sagu kering. Biasanya digunakan oleh wanita namun tidak jarang ada saja pria yang menggunakannya.

Pakaian Holim

Holim merupakan pakaian yang dibuat untuk pria dari suku Dani. Digunakan sebagai pakaian sehari-hari. Biasanya juga digunakan saat sedang melakukan upacara adat. Nama lain dari Holim adalah koteka, terbuat dari kulit labu.

Yokal

Yokal biasanya hanya digunakan oleh mereka yang tinggal di kawasan Papua Barat dan hanya digunakan oleh para perempuan yang sudah menikah. Warnanya cokelat kayu namun agak sedikit kemerahan. Ini merupakan baju simbolis menggambarkan bahwa masyarakat Papua dekat dengan alam sehingga tidak diperjual belikan.

Alat Musik Papua

Selanjutnya adalah alat music Papua. Sama dengan daerah lain di Indonesia yang memiliki alat music khas tersendiri, begitu juga dengan Papua. Beberapa alat music yang terkenal diantaranya:

  • Guoto: Ini merupakan alat music petik dan memiliki senar. Terbuat dari kayu dan senar, tambahannya adalah kulit lembu.
  • Krombi: Sebuah alat music yang berbahan dasar dari bamboo, biasanya digunakan sebagai alat untuk mengiring sebuah tarian saat sedang pesta.
  • Yi: Yi merupakan alat music pukul yang dibuat dari kayu dan bamboo. Biasanya digunakan masyarakat papua sebagai cara untuk memanggil penduduk lainnya. Namun sekarang ini yi sudah banyak digunakan untuk mengiringi tarian daerah dan upacara adat.
  Macam-Macam Rumah Adat Sumatera Utara dan Penjelasannya

Tari Papua

Tari Papua ragamseni.com

Selain alat music dan rumah adat, Papua juga memiliki tarian yang bersifat kedaerahan alias khas setempat. Ada banyak tarian, namun salah satu yang cukup terkenal adalah Tari Musyroh. Ini merupakan tarian sacral yang biasa dilakukan masyarakat ketika ada keluarga yang mengalami sebuah kecelakaan dan merenggut nyawa. Tarian dilakukan agar bisa mengantarkan arwah dengan tenang.

Bila kita melihat pada unsur gerakan tarian Musroh, maka akan ada makna khusus dimana menggambarkan masyarakat Papua yang sangat lincah. Tari juga biasa dilakukan oleh sekelompok pria. Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat juga Musroh sangat berguna untuk mengusir adanya arwah yang bergentayangan.

Saat menari, para penarinya akan mengenakan pakaian adat Papua dengan lengkap. Dari mulai penggunaan Koteka, Rumbai, Tameng hingga Tombak, kemudian diiringi dengan tifa alat music pukul yang terbuat dari kayu dan kulit.

Papua juga merupakan salah satu daerah yang sangat unik terutama dalam hal bahasa Ibunya. Terdapat lebih dari 200 bahasa yang digunakan oleh masyarakat Papua. Ini juga berhubungan dengan banyaknya suku yang tinggal di Papua. Namun untuk sebagian masyarakat yang lebih modern, mereka sudah menggunakan Bahasa Indonesia umum untuk berkomunikasi.

Itulah pembahasan mengenai Papua dari mulai rumah adat Papua hingga tariannya. Masih banyak daerah yang perlu Anda ketahui adat kebudayaannya, terdapat 34 Provinsi bahkan setiap provinsinya pun bisa dipastikan tidak hanya ditinggali oleh 1 suku saja sehingga tidak heran bila dalam 1 provinsi Anda akan menemukan banyak sekali keunikan yang perlu digali.

Rumah Adat Papua – inibagus.com

Leave a Reply