Rumah Adat Jawa Tengah Serta Keunikan Adat Kebudayaanya

RUMAH ADAT JAWA TENGAH – Pulau Jawa merupakan salah satu pulau di Indonesia yang cukup diistimewakan, selain karena berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, pulau ini juga masuk ke dalam pulau dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia.

Selain itu berdasarkan sejarah, pulau Jawa juga sangat berpengaruh untuk Indonesia karena dulu di pulau ini berdiri kerajaan-kerajaan yang sangat berpengaruh dan berkembang pesat. Oleh sebab itulah tidak heran bila para penjajah kerap kali menginginkan pulau Jawa sebagai wilayah jajahannya.

Pulau ini dibagi ke dalam tiga wilayah yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Masing-masing wilayah tentunya memiliki keunikannya masing-masing khususnya dari sisi adat dan kebudayaannya.

Pada artikel ini, Anda akan diajak untuk lebih mengenal mengenai adat kebudayaan yang tumbuh di Provinsi Jawa Tengah. Dari mulai Rumah Adat Jawa Tengah, Upacara hingga tariannya. Biarpun satu wilayah dengan Jawa Barat dan Jawa Timur namun tetap saja ada perbedaan di tiap wilayahnya.

Rumah Adat Jawa Tengah dan Jawa Timur (Joglo) oyinayashi.blogspot.com

Rumah Adat Jawa Tengah

Ada banyak sekali Rumah Adat Indonesia, apalagi dengan banyaknya pulau serta beragamnya suku dari ujung Sabang sampai Merauke membuat Indonesia semakin terkenal akan kekayaan adat kebudayaannya, termasuk dari segi rumah adat.

Masing-masing daerah memiliki rumah adatnya sendiri. Seperti Rumah Adat Jawa Tengah yang disebut Rumah Joglo. Sebuah rumah adat yang mempunyai desain arsitektur khas dan unik. Pada bagian atapnya dibangun secara menjulang ke tengah. Masyarakat Jawa biasa menyebutnya dengan sebutan desain Bubungan.

Desain bubungan adalah atap yang menjulang cukup tinggi dan terdapat sebuah rongga pada bagian dalamnya. Tujuan pembuatan atap tersebut adalah agar sengatan matahari tidak langsung masuk ke dalam rumah yang bisa membuat interior dalam rumah lebih panas.

  Filosofi Rumah Adat Aceh dan Sejarah Keunikannya

Karena pada bagian bubungannya ada ruang kosong maka itu akan sangat bermanfaat khususnya dalam proses penyerapan sinar matahari sehingga kondisi di dalam rumah tidak akan terlalu panas. Apalagi saat siang hari.

Selain atapnya yang istimewa, bagian depan rumahnya juga terlihat istimewa dengan 4 tiang penyangga yang dibuat langsung dari kayu. Ada juga bagian tengah ruangan yang sama disanggahnya oleh 4 tiang namun ukurannya lebih panjang ke depan. Penyangga tersebut dinamakan Soko Guru.

Uniknya lagi hampir 100% material dan juga arsitektur yang dipakai untuk pembuatan rumah Adat jawa Tengah ini adalah kayu. Namun tentunya bukan kayu sembarangan yang mudah keropos. Kayu-kayu pilihan ditetapkan seperti kayu jati, sengon atau bisa juga menggunakan batang pohon kepala, biasanya itu digunakan sebagai tiang penyangga.

Kayu jati sendiri merupakan bahan kayu yang terkenal kuat dan berkualitas tinggi. Karena selain kuat juga tidak mudah keropos karena rayap.

Pada bagian atap Rumah Adat jawa Tengah ini memanfaatkan genteng yang terbuat dari tanah liat. Sementara untuk desainnya cukup beragam sebab pada beberapa tepian genteng rumah biasanya ada saja yang mempunyai bentuk segitiga sementara untuk bubungannya sendiri memiliki desain dengan bentuk mirip seperti sisik ikan. Sementara itu orang dulu biasanya menggunakan jerami atau ijuk atau alang-alang yang dianyam untuk menutupi bagian atapnya.

Bila di zaman modern seperti ini bangunan rumah yang ada hanya diartikan sebuah tempat tinggal atau menetap dan beristirahat, berbeda dengan rumah Joglo. Tiap bagian dalam rumah tersebut memiliki maknanya masing-masing seperti rumah adat Bali atau rumah adat Aceh.

Bagian Pendapa

Ini merupakan bagian yang lokasinya berada pada bagian depan rumah dan biasanya dimanfaatkan untuk menjamu tamu yang berkunjung. Tidak hanya sampai disitu saja, biasanya bagi pemilik rumah yang memiliki status sosial lebih tinggi bagian pendapa ukurannya akan lebih besar.

  Keunikan Rumah Adat Jawa Timur dan Penjelasannya

Pendapa sendiri difungsikan sebagai tempat berkumpulnya para tamu atau pertemuan besar dan pagelaran kesenian. Ini karena tidak jarang masyarakat Jawa Tengah yang melakukan upacara adat di pendapa.

Pringitan

Pringitan adalah bagian dasar dari Rumah Joglo, letaknya berada tepat dibagian pendapa dan juga rumah dalam. Bentuknya hanya setapak kecil yang biasa dimanfaatkan untuk jalan masuk. Ketika pertunjukan wayang dilakukan maka pringitan biasanya dijadikan sebagai tempat Dalang.

Emperan

Selanjutnya adalah emperan yang merupakan teras rumah dengan ukuran 2 meter atau menyesuaikan dengan ukuran rumah. Di bagian emperan selalu ada kursi dan meja, biasa digunakan untuk menerima tamu dalam jumlah kecil atu tempat bersantai.

Omah Njero

Bisa disebut juga sebagai Dalem Ageng atau Omah. Bila dalam bahasa Jawa Omah diartikan sebagai Rumah. Atau dalam Rumah Joglo ini adalah seluruh ruangan yang ada di dalam rumah.

Senthong Kiwa

Sebuah ruangan yang posisinya ada di sebelah kiri. Ruangan tersebut juga biasanya dimanfaatkan tergantung pada si pemilik rumah. Biasa difungsikan sebagai tempat tidur, gudang atau bisa juga digunakan sebagai tempat menyimpan persediaan makanan.

Senthong Tengen

Berada di bagian kanan rumah, biasa difungsikan sama dengan senthong kiwa.

Senthong Tengah

Sebuah ruangan yang berada di tengah, biasa difungsikan untuk memanjang barang anti pada bagian dindingnya.

Suku Jawa Tengah

Mayoritas masyarakat Jawa Tengah merupakan Suku Jawa. Sebagai informasi penting yang juga perlu Anda ketahui bahwa Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang terkenal sebagai pusat budaya Jawa. Ini karena di Surakarta dan Yogyakarta terdapat sebuah pusat istana kerajaan yang sampai sekarang masih berdiri.

Selain suku Jawa, ada juga suku minoritasnya yaitu Tionghoa, khususnya mereka tinggal di wilayah perkotaan dan beberapa juga ada yang tinggal di pedesaan.

  Honai, Rumah Adat Papua Yang Unik dan Masih Dilestarikan

Secara umum masyarakat Jawa bermata pencaharian sebagai pedagang, ada juga di bidang jasa. Biarpun Tionghoa adalah minoritas mereka berbaur dengan suku Jawa, bahkan sudah sangat kental dengan bahasa Jawa. Ada juga suku Arab yang masuk ke dalam suku minoritas dan memiliki mata pencaharian utama sebagai pedagang.

Kesenian Tradisional Jawa Tengah kadek-elda.blogspot.com

Kesenian Tradisional Jawa Tengah

Jawa Tengah sangat terkenal akan kesenian wayangnya. Adanya pertunjukan kesenian Wayang yang sering diadakan dalam upacara atau kegiatan tertentu merupakan salah satu peninggalan keagamaan orang Jawa, dimana dulu mereka menganut animisme dan juga dynaminisme.

Sementara itu bila melihat pada asal usul Wayang Purwa dalam kitab Centini, diciptakan oleh Raja terdahulu yaitu raja Jayabaya yang berasal dari kerajaan Kediri pada abad ke 10.

Raja berusaha membuat gambaran roh atau leluhurnya menggunakan daun lontar. Dan konon katanya, bentuk wayang sendiri merupakan gambaran yang ditiru dari relief cerita Ramayana yang ada pada Penataran Blitar.

Itulah penjelasan mengenai rumah adat Jawa Tengah serta keunikan lain dilihat dari adat kebudayaannya. Masih banyak wilayah di Indonesia yang perlu Anda jelajahi keunikan dan sejarahnya. Lebih dekat dengan Indonesia tidak perlu dengan berkeliling, Anda bisa mengetahui lewat informasi bacaan yang sudah ada banyak sumbernya. Namun tentunya jangan hanya sekedar di baca saja, Anda juga harus mengingat agar adat kebudayaan Indonesia bisa terlestari dengan baik.

Leave a Reply