Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli dan Secara umum

Pengertian Filsafat – Anda pasti sudah pernah mendengar kata “Filsafat”, baik disebutkan orang lain di depan anda, membaca dalam sebuah buku, atau barangkali anda pernah mempergunakannya untuk memperkuat pernyataan anda.

Nama – nama filosof besar dan penyataan – pernyataannya yang bagaikan “kata – kata mutiara” tentu pernah anda dengar pula, meskipun terkadang apa yang dimaksud ucapan mereka sulit untuk diartikan.

Istilah ‘filsafat’ juga merujuk kepada arti pandangan hidup (view of life) seseorang atau sekelompok orang, atau teori umum tentang bagaimana kita harus mengatur hidup dan kehidupan kita.

Pengertian filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu yang didasarkan oleh pikiran dan rasio. Filsafat juga sebagai pandangan hidup yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan.

Di masyarakat, pemikiran tentang filsafat ini dianggap sulit dan rumit untuk dipahami. Contohnya, ketika ada seseorang yang ungkapannya sulit dipahami atau pemikirannya susah ditelusuri, maka masyarakat akan berkata “wah, sudah berfilsafat pula dia sekarang!”

Anggapan – anggapan tersebut, menyebabkan beberapa pihak menyimpulkan bahwa ketika pemikiran filsafat atau buku filsafat sulit dipahami, berarti pemikiran dan buku filsafat itu lebih baik dan lebih hebat. Padahal, semua ini tidak benar.

Selanjutnya, agar anda lebih memhami apa yang dimaksud dengan filsafat, dibawah ini terdapat pengertian filsafat  menurut para ahli dan penjelasan lainnya. Namun sebelumnya kita telusuri terlebih dahulu arti etimologis dari filsafat.

Pengertian Filsafat

pengertian filsafat

pengertian filsafat dekamulyana.com

Pengertian Filsafat secara Etimologis

Kata ‘Filsafat’ berasal dari bahasa Yunani. Kata ‘Filsafat’ dalam bahasa Arab adalah Falsafah dan dalam bahasa Inggris adalah Philosophy. Kata ‘Filsafat’ ini terdiri dari kata Philein  yang artinya cinta (love) dan Sophia yang artinya kebijaksanaan (wisdom).

Secara etimologis, filsafat adalah cinta kebijaksanaan (love of wisdom) dalam artian sedalam – dalamnya. Seorang filosof (philosopher) adalah pencinta, pendamba dan seorang pencari kebijaksanaan.

Pythagoras (582 – 497 SM) adalah orang pertama yang menggunakan kata philosphos ini. Menurut Phythagoras, hanya Tuhan yang mempunyai kebijaksanaan yang sesungguhnya. Tugas manusia hanyalah mencari kebijaksanaan dan mencintai pengetahuan.

Pythagoras dan Plato ( 428 – 342 SM) menggunakan kata philosphos ini untuk mengejek kaum ‘Sofis’ yang menganggap dirinya tahu atas jawaban untuk semua pertanyaan. Menurut Pythagoras pengetahuan itu begitu luas dan terus berkembang. Tiada seorangpun yang mungkin mencapai ujungnya.

Jadi, jangan sombong menjuluki diri kita ‘ahli’ dan ‘menguasai’ ilmu pengetahuan, apalagi kebijaksanaan. Pythagoras mengatakan bahwa manusia lebih cocok dikatakan sebagai pencari dan pencinta pengetahuan dan kebijaksanaan, yakni filosof.

Pengertian Filsafat menurut Para Ahli dan Filosof

Pengertian Filsafat menurut Para Ahli dan Filosof

sumber : cdn.4archive.org

Pertanyaan mengenai ‘Apa itu filsafat’ adalah pertanyaan yang terlalu tua untuk diajukan dan telah dijawab dengan cara yang beraneka ragam. Karena luasnya lingkungan pembahasan mengenai ilmu filsafat ini maka para filosof memiliki definisi yang berbeda tentang filsafat.

Selanjutnya, untuk semakin memperjelas anda mengenai filsafat, dibawah ini terdapat beberapa asumsi para ahli dan filosof tentang pengertian filsafat.

Plato (427-347 SM)  

Pengertian filsafat menurut Plato yaitu filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang hakekat.

Aristoteles (384-322 SM)

Pengertian filsafat menurut aristoteles adalah ilmu pengetahuan tentang kebenaran yang meliputi logika, fisika, metafisika dan pengetahuan praktis.

Bertrand Russel

Menurut Bertrand Russel filsafat adalah tidak lebih dari suatu usaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terakhir, tidak secara dangkal atau dogmatis seperti yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari dan bahkan dalam ilmu pengetahuan.

  Contoh Teks Prosedur Kompleks dan Sederhana Lengkap

Akan tetapi, setelah segala sesuatunya harus diselidiki problema – problema apa yang dapat ditimbulkan oleh pertanyaan-pertanyaan yang ada, dan setelah kita menjadi sadar dari segala kekaburan dan kebingungan, pertanyaan itu akan menjadi dasar bagi pengertian kita sehari – hari.

R. Beerling

Menurut R. Beerling pengertian filsafat adalah pemikiran-pemikiran yang bebas, diilhami oleh rasio, mengenai segala sesuatu yang timbul dari pengalaman.

Karl Popper

Karl Popper mengatakan bahwa “saya rasa kita semua memiliki filsafat dan kebanyakan dari filsafat kita tidak bernilai banyak. Saya kira,tugas utama filsafat adalah menyelidiki berbagai filsafat itu secara kritis, filsafat mana dianut oleh berbagai orang secara tidak kritis”

Immanuel Kant (1724-1804)

Immanuel Kant merumuskan pengertian filsafat yaitu sebagai  ilmu pengetahuan yang menjadi pokok pangkal dan puncak segala pengetahuan yang tercakup di dalamnya empat persoalan yaitu :

  • Apa yang dapat kita ketahui? (Metafisika)
  • Apa yang seharusnya dilakukan? (Etika)
  • Sampai dimanakah harapan kita? (Agama)
  • Apa hakikat manusia? (Anthropologi)

Thomas Hobbes

Menurut Thomas Hobbes pengertian filsafat ialah ilmu pengetahuan yang menerangkan perhubungan hasil dan sebab atau sebab dari hasilnya, dan oleh karena itu senantiasa adalah suatu perubahan.

Johann Gotlich Fickte

Johann Gotlich Fickte mengemukakan bahwa filsafat merupakan ilmu dari ilmu-ilmu, yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Filsafat membicarakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu untuk mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.

Paul Nartotp

Filsafat menurut Paul Nartotp adalah sebagai ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya.

Stephen R. Toulmin

Pengertian filsafat adalah sebagai suatu cabang ilmu, filsafat ilmu menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penyelidikan ilmiah prosedur pengamatan, pola perbincangan, metode penggantian dan perhitungan, pra-anggapan metafisis, dan seterusnya.

Selanjutnya filsafat menilai landasan-landasan bagi kesalahannya dari sudut-sudut tinjauan logika formal, metodologi praktis, dan metafisika.

Rene Descartes

Menurut Rene Descartes, pengertian filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan, dimana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikannya.

Francis Bacon

Menurut Francis Bacon filsafat adalah induk agung dari ilmu-ilmu dan filsafat juga menangani semua pengetahuan sebagai bidangnya.

Fichte

Fichte menyebutkan bahwa filsafat sebagai Wissenschafslehre atau ilmu dari ilmu-ilmu, yaitu ilmu yang umum dan yang menjadi dasar segala ilmu.

John Dewey

Menurut John Dewey filsafat harus dipandang sebagai pengungakap mengenai perjuangan manusia secara terus meners dalam upaya melakukan penyesuaian berbagai tradisi yang membentuk budi manusia terhadap kecenderungan ilmiah.

Selain itu juga membentuk budi manusia terhadap cita-cita politik yang baru dan tidak sejalan dengan wewenang yang diakui.

Henderson

Menurut Henderson, filsafat adalah suatu pandangan kritis yang sangat mendalam sampai ke akar akarnya mengenai segala sesuatu yang ada. “Philosophy means the attempt to conceive and present inclusive and systematic view of universe and man’s in it”.

Berling

Menurut Berling, pengertian filsafat adalah pemikiran yang bebas, di ilhami oleh rasio, mengenai segala sesuatu yang muncul dari pengalaman pengalaman (experience).

Walter Kuffman

Menurut Walter Kuffman, filsafat adalah pencarian akan kebenaran dengan pertolongan fakta-fakta dan argumentasi argumentasi, tanpa memerlukan kekerasan dan tanpa mengetahui hasilnya terlebih dahulu.

Anton Bakker

Menurut Anton Bakker, filsafat meliputi semua dimensi ilmu-ilmu lain, tidak hanya  satu bidang saja atau lapisan kenyataan. Sehingga filsafat bersifat total. Filsafat mempelajari sesuatu yang menjadi objek formalnya menurut sebab yang mendasar (per ultima causas).

Harold H. Titus ( 1979 )

Menurut Harold H. Titus, terdapat beberapa pengertian filsafat yaitu :

  • Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi
  • Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep ); Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.
  • Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan.
  Pengertian Pajak Lengkap Beserta Ciri, Jenis, Manfaatnya

Pengertian Filsafat Ilmu

Pengertian Filsafat Ilmu

sumber : purposefairy.com

Filsafat ilmu adalah bagian dari filsafat yang juga menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Bidang yang satu ini mempelajari tentang dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari ilmu dan juga termasuk didalamnya ilmu alam dan ilmu sosial.

Filsafat ilmu berusaha untuk bisa menjelaskan masalah-masalah seperti : apa dan bagaimana suatu konsep dan pernyataan disebut sebagai ilmiah, bagaimana konsep tersebut dilahirkan dan bagaimana ilmu dapat menjelaskan.

Selain itu filsafat juga bisa menjelaskan masalah seperti : memperkirakan serta memanfaatkan alam melalui teknologi, cara menentukan validitas dari sebuah informasi, formulasi dan penggunaan metode ilmiah.

Selanjutnya filsafat juga bisa menjelaskan masalah seperti : macam-macam penalaran yang dapat digunakan untuk mendapatkan kesimpulan, serta implikasi metode dan model ilmiah terhadap masyarakat dan terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri.

Pengertian Filsafat Ilmu menurut Para Ahli

Robert Ackermann

Filsafat ilmu adalah sebuah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa dengan perbandingan terhadap pendapat-pendapat lampau yang telah dibuktikan atau dalam kerangka ukuran-ukuran yang dikembangkan dari pendapat-pendapat.

Namun, filsafat ilmu bukanlah suatu cabang yang bebas dari praktek ilmiah senyatanya.

Lewis White Beck

Menurut Lewis White Beck, filsafat ilmu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menetapkan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan.

John Macmurray

Menurut John Macmurray, filsafat ilmu terutama bersangkutan dengan pemeriksaan kritis terhadap pandangan-pandangan umum, prasangka-prasangka alamiah yang terkandung dalam asumsi-asumsi ilmu atau yang berasal dari keasyikan dengan ilmu.

Ruang Lingkup Filsafat Ilmu

Ruang lingkup filsafat ilmu merupakan bidang garapan filsafat ilmu terutama diarahkan pada komponen-komponen yang menjadi tiang penyangga bagi eksistensi ilmu. Ruang lingkup filsafat ilmu diantaranya adalah :

Ontologi Ilmu

Ontologi yaitu meliputi apa hakikat ilmu itu sendiri. Apa hakikat kebenaran dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan ilmiah, yang tidak terlepas dari persepsi filsafat tentang apa dan bagai­mana (yang) “Ada” itu (being Sein, het zijn). 

Epistemologi Ilmu

Epistemologi ilmu meliputi sumber, sarana, dan tatacara mengunakan sarana tersebut untuk mencapai pengetahuan (ilmiah). Akal (Verstand), akal budi (Vernunft), pengalaman / komunikasi antara akal dan pengalaman, intuisi, merupakan sarana yang dimaksud dalam epistemologik.

Epistemologik memiliki model-model seperti rasionalisme, empirisme, kritisisme atau rasionalisme kritis, positivisme, feno­menologi dengan berbagai variasinya.

Akslologi Ilmu

Akslologi ilmu meliputi nilai‑nilai (values) yang bersifat normatif dalam pemberian makna terhadap kebenaran atau ke­nyataan sebagaimana kita jumpai dalam kehidupan kita yang menjelajahi berbagai kawasan.

Kawasan-kawasan tersebut yaitu kawasan sosial, kawasan simbolik ataupun fisik ‑ material. Lebih dari itu, nilai‑nilai juga ditunjukkan aksiologi ini sebagai suatu conditio sine qua non yang wajib dipatuhi, baik dalam penelitian ataupun dalam penerapannya

Pengertian Filsafat Pendidikan

Pengertian Filsafat Pendidikan

sumber : menofthewest.net

Filsafat pendidikan terdiri dari dua kata, yaitu ‘Filsafat’ dan ‘Pendidikan’. Filsafat berasal dari bahasa Yunani, Philos yang artinya kecintaan dan Sophia artinya kebijaksanaan. Jika diartikan filsafat sebagai kecintaan akan kebijaksanaan.

Selanjutnya jika diartikan secara lengkap, filsafat pendidikan adalah sebagai kajian mendalam yang dilakukan terhadap ilmu pengetahuan didasarkan atas kecintaan seseorang terhadap ilmu pengetahuan tersebut.

Jika diterapkan dalam pendidikan, maka kemudian lahirlah apa yang disebut dengan filsafat pendidikan. Pengertian filsafat pendidikan ini adalah adalah sebuah ilmu filsafat yang terfokus pada bidang pendidikan.

Menurut Zanti Arbi (1988), pengertian filsafat pendidikan yaitu diantaranya :

  • Menginvestigasi. Filsafat pendidikan yaitu meneliti dan memerikasa tingkat kebenaran dari berbagai teori yang ada di dunia pendidikan.
  • Menganalisis. Filsafat pendidikan dapat diartikan mampu memeriksa secara detail setiap bagian dari pendidikan hingga validitas dari pendidikan itu sendiri dan dapat diketahui secara jelas.
  • Memperspektifkan. Filsafat pendidikan yaitu mengenai upaya memberi pengarahan dan penjelasan kepada para pendidik mengenai pendidikan secara lebih luas dan mendalam.
  • Menginspirasi. Filsafat pendidikan yaitu dapat diartikan mampu memberikan inspirasi bagi para pendidik untuk menjalankan berbagai ide dalam pengembangan pendidikan.
  Macam-Macam Rumah Adat Sulawesi Selatan dan Penjelasannya

Ciri – Ciri Filsafat

Ciri - Ciri Filsafat

sumber : kadekbuditutorial.files.wordpress.com

Berbagai pendapat yang berbeda menurut para ahli mengenai pengertian filsafat, jika anda melihat lebih teliti, maka sebagian besar menunjuk pada adanya ciri-ciri khas filsafat yang membedakannya dari yang lainnya.

Ciri filsafat adalah upaya manusia untuk mendapatkan hakikat segala sesuatunya. Ada tiga ciri utama dalam filsafat yang harus ada dalam upaya tersebut, diantaranya :

  1. Universal ( menyeluruh ). Filsafat yaitu memiliki pemikiran yang luas dan tidak hanya pada aspek tertentu saja.
  2. Radikal ( mendasar ). Filsafat yaitu pemikiran yang dalam hingga kepada hasil yang fundamental dan juga essensial.
  3. Sistematis. Filsafat yaitu mengikuti pola dan metode berpikir yang runtut dan logis meskipun spekulatif.

Selain itu, terdapat pula ciri – ciri lain yang diungkapkan oleh beberapa penulis lainnya, diantaranya :

  1. Deskriptif. Filsafat adalah suatu uraian yang terperinci tentang sesuatu,
    menjelaskan mengapa sesuatu berbuat begitu.
  2. Kritis. Filsafat yaitu mempertanyakan segala sesuatu (termasuk hasil filsafat) dan tidak menerima begitu saja apa yang terlihat sepintas, yang dikatakan dan yang dilakukan masyarakat.
  3. Analisis. Filsafat yaitu mengulas dan mengkaji secara rinci dan menyeluruh sesuatu, termasuk konsep-konsep dasar yang dengannya kita memikirkan dunia dan kehidupan manusia.
  4. Evaluatif. Filsafat yaitu dikatakan juga normatif, maksudnya upaya sungguh-sungguh untuk menilai dan menyikapi segala persoalan yang dihadapi manusia. Penilaian itu bisa bersifat pemastian kebenaran, kelayakan dan kebaikan.
  5. Spekulatif. Filsafat yaitu upaya akal budi manusia yang bersifat perekaan, penjelajahan dan pengandaian dan tidak membatasi hanya pada rekaman indera dan pengamatan lahiriah.

Cabang – Cabang Filsafat

Cabang - Cabang Filsafat

sumber : senjaandbooks.com

Cabang – cabang filsafat ini dibentuk hasil penjelajahan filsafat oleh para filosof barat. hasilnya yaitu suatu struktur yang cukup tertata. Namun, sebenarnya cabang – cabang ini bisa lebih berkembang lagi.

Cabang – cabang filsafat dibawah ini mempunyai nilai sebagai suatu kerangka rujukan bagi anda yang sedang berusaha menjelajahi bidang filsafat ini. Harry Hamersma, membagi cabang-cabang filsafat menjadi empat bagian, yakni :

  • Filsafat tentang pengetahuan, terdiri dari Epistemologi, Logika dan Kritik Ilmu
  • Filsafat tentang kenyataan menyeluruh, terdiri dari Metafisika umum (ontologi) dan Metafisika khusus yaitu terdiri teologi metafisika, anthorpologi dan kosmologi.
  • Filsafat tentang tindakan, teridir dari Etika dan Estetika
  • Sejarah filsafat.

Selain dari cabang-cabang diatas, menurut Hamersma terdapat pula cabang-cabang filsafat khusus antara lain filsafat seni, filsafat kebudayaan, filsafat pendidikan, filsafat sejarah, filsafat bahasa, filsafat hukum, filsafat agama, filsafat sosial, dan filsafat politik.

Menurut The Liang Gie, filsafat juga dapat dibagi menjadi:

  • Metodologi (teori tentang metode)
  • Metafisika (filsafat tentang hal ada)
  • Epistemologi (teori pengetahuan)
  • Etika (filsafat tentang pertimbangan moral)
  • Estetika (filsafat tentang keindahan)
  • Logika (teori tentang penyimpulan)
  • Sejarah filsafat

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian filsafat, menurut para ahli, ciri, cabang, filsafat Ilmu dan filsafat pendidikan. Semoga bermanfaat bagi anda. Terima Kasih.

Bicara filsafat Bersama Rocky gerung

Referensi 

  • Lubis, NAF. 2015. Pengantar Filsafat Umum. Medan: Perdana Pubslishing
  • http://pengertiandefinisi.com/pengertian-filsafat-pendidikan/ – diakses 06 Februari 2019
  • https://www.zonareferensi.com/pengertian-filsafat/ – diakses 06 Februari 2019
  • http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_filsafat/Bab_1.pdf – diakses 06 Februari 2019
  • https://manusiapinggiran.blogspot.com/2013/02/pengertian-filsafat-ilmu-dan-filsafat.html – diakses 06 Februari 2019
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_ilmu – diakses 06 Februari 2019
Avatar
Avatar

Latest posts by dewi (see all)

Leave a Reply