Pengertian Budaya Menurut Para Ahli dan Secara Umum

Pengertian Budaya – Budaya merupakan warisan dari generasi ke generasi yang harus dijaga kelestariannya. Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan milik bersama dari sebuah kelompok dan diwariskan ke generasi selanjutnya. Budaya adalah suatu pola hidup yang menyeluruh.

‘Budaya’ atau ‘kebudayaan’ berasal dari bahasa sansekerta yaitu ‘buddhayah’ yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal- hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

‘kebudayaan’ dalam bahasa inggris yaitu culture yang berasal dari bahasa latin Colere yaitu mengolah atau mengerjakan dapat diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani, kata culture juga kadang sering diterjemahkan sebagai ‘Kultur’ dalam bahasa Indonesia.

Kebudayaan mempunyai beberapa wujud, yaitu : pertama, sebagai suatu ide, gagasan, nilai – nilai dan norma – norma peraturan dan sebagainya. Kedua, sebagai suatu aktifitas kelakuan berpola dari manusia dalam sebuah komunitas masyarakat. Ketiga, benda – benda hasil karya manusia.

Selain penjelasan diatas, sebenarnya budaya memiliki beragam definisi dan pengertian. Para ahli mengartikan budaya ini beragam dan berbeda pendapat sesuai dengan latar belakang dan sudut pandang mereka masing – masing. Berikut pengertian budaya menurut para ahli :

Pengertian Budaya

pengertian Budaya

kintakun-collection.co.id

Pengertian Budaya Menurut Para Ahli

Selain kita memahami pengertian budaya secara umum, kita juga harus memahami apa itu pengertian budaya menurut para ahli. Berikut beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian budaya / kebudayaan.

Melvilee J. Herskovits

Menurut Melvilee J. Herskovits, kebudayaan adalah sebagai sesuatu yang turun menurun dari satu generasi ke generasi yang lain. Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. istilah ini disebut cultural – determinism.

Andreas Eppink

Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual, dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Edward Burnett Tylor

Kebudayaan menurut Edward Burnett Tylor merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

M.Selamet Riyadi

Budaya menurut M.Selamet Riyadi adalah suatu bentuk rasa cinta dari nenek moyang kita yang diwariskan kepada seluruh keturunannya.

Ralph Linton

kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan dari masyarakat dan tidak hanya mengenai sebagian tata cara hidup saja yang dianggap lebih tinggi dan lebih diinginkan.

Clifford Geertz

Menurut Clifford Geertz, kebudayaan adalah suatu sistem makna dan symbol yang disusun dalam pengertian dimana individu- individu mendefinisikan dunianya, menyatakan perasaannya dan memberikan penilaian- penilaiannya, suatu pola makna yang ditransmisikan secara historik.

Selain itu, kebudayaan diwujudkan dalam bentuk- bentuk simbolik melalui sarana dimana orang- orang mengkomunikasikan, mengabdikan, dan mengembangkan pengetahuan, karena kebudayaan merupakan suatu sistem simbolik maka haruslah dibaca, diterjemahkan dan diinterpretasikan.

Linton

Linton menerjemahkan budaya sebagai keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang memrupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu.

Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi

Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi menyatakan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabadikan untuk keperluan masyarakat

  Keunikan dan Fungsi Rumah Adat Kalimantan Barat

Levi Strauss

Menurut Levi Strauss, pengertian budaya adalah suatu perwujudan komponen struktur sosial yang berasal dari alam pikiran manusia dan dilakukan secara berulang hingga membentuk kebiasaan.

Unsur – Unsur Budaya

Unsur – Unsur Budaya

Unsur – Unsur Budaya

Unsur – unsur budaya telah banyak diutarakan oleh beberapa tokoh antropolog. Salah satu antropolog yaitu Bronislaw Malinowski. Malinowski mengatakan bahwa ada terdapat empat unsur pokok dalam kebudayaan. Berikut unsur – unsur budaya menurut Bronislaw Malinowski yang meliputi :

  1. Sistem norma sosial

Sistem norma sosial ini memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya.

  1. Alat- alat dan lembaga atau petugas- petugas untuk pendidikan
  2. Organisasi ekonomi
  3. Organisasi kekuatan politik

Sementara itu tokoh antropolog lain, Melville J. Herkovits, juga mengajukan unsur-unsur kebudayaan yang terangkum dalam empat unsur. Berikut unsur – unsur budaya menurut Melville J. Herkovits yang meliputi :

  1. Sistem Ekonomi.
  2. Alat-alat teknologi
  3. Keluarga
  4. Kekuasaan politik

Ahli antropolog, Kluckhon, dalam bukunya berjudul Universal Categories of Culture membagi kebudayaan yang ditemukan di semua bangsa di dunia dari sistem kebudayaan yang sederhana seperti masyarakat di pedesaan hingga sistem kebudayaan yang kompleks seperti masyarakat perkotaan.

Kluckhon telah membagi sistem kebudayaan menjadi tujuh unsur ‘kebudayaan universal’ atau disebut dengan ‘kultural universal’. Menurut Koentjaraningrat, istilah universal menunjukkan bahwa unsur-unsur kebudayaan bersifat universal yang ada di dalam kebudayaan semua bangsa di penjuru dunia.

Berikut ketujuh unsur kebudayaan menurut Kluckhon :

1. Sistem Bahasa

Bahasa adalah sarana bagi manusia dalam memenuhi kebutuhan sosialnya yaitu berinteraksi dan berhubungan dengan makhluk lainnya. Bahasa menduduki porsi yang cukup penting dalam analisa kebudayaan manusia. Hal ini telah dijelaskan oleh Keesing.

Menurut Keesing, kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya akan menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa.

2. Sistem Pengetahuan

Sistem pengetahuan dalam ‘kultural universal’ berhubungan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Tiap kebudayaan selalu mempunyai suatu himpunan pengetahuan.

Himpunan pengetahuan tersebut yaitu tentang alam, tumbuh – tumbuhan, binatang, benda, dan manusia yang ada di sekitarnya.

3. Sistem Sosial

Unsur budaya adalah berupa sistem kekerabatan dan organisasi sosial yang merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial.

4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi

Manusia selalu berusahan mempertahankan hidupnya, sehingga manusia akan selalu membuat suatu peralatan atau benda-benda yang akan dijadikan sebagai peralatan hidup. Para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat.

Unsur teknologi tersebut yaitu berupa benda-benda yang dibuat sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana. Oleh karena itu, bahasan mengenai unsur kebudayaan yang termasuk dalam peralatan hidup dan teknologi merupakan bahasan kebudayaan fisik.

5. Sistem Mata Pencaharian Hidup

Penelitian etnografi tentang sistem mata pencaharian yang mengkaji cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

6. Sistem Religi

Para ilmuan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku bangsa di luar Eropa adalah sisa dari bentukbentuk religi kuno yang dianut oleh seluruh umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan mereka masih primitif.

7. Kesenian

Penulisan etnografi awal tentang unsur seni pada kebudayaan manusia lebih mengarah pada teknik dan proses pembuatan benda seni tersebut. Selain itu, deskripsi etnografi awal tersebut juga meneliti perkembangan seni musik. seni drama, dan seni tari dalam suatu masyarakat.

Wujud Budaya

Wujud Budaya

Pengertian Budaya sumber : igedejayaputra.files.wordpress.com

Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan memiliki beberapa wujud. Wujud – wujud kebudayaan ini dibagi menjadi empat wujud, meliputi :

  • Nilai – Nilai Budaya

Nilai-nilai kebudayaan yaitu gagasan yang telah dipelajari oleh warga sejak usia dini, sehingga tidak mudah untuk diubah. Gagasan inilah yang kemudian menghasilkan berbagai benda yang diciptakan oleh manusia berdasarkan nilai-nilai, pikiran, dan tingkah lakunya.

  • Kebudayaan Fisik

Kebudayaan fisik merupakan wujud terbesar yang sifatnya konkret sehingga bisa diabadikan. Contoh kebudayaan fisik ini adalah bangunan – bangunan megah seperti candi borobudur dan benda – benda yang dapat bergerak / dibawa bergerak seperti kapal tanki, piring, gelas, komputer, dll.

  • Sistem Budaya

Kebudayaan dalam wujud sistem budaya bersifat abstrak sehingga hanya dapat diketahui dan dipahami. Wujud kebudayaan ini juga berpola dan berdasarkan sistem-sistem tertentu.

  • Sistem Sosial

Sistem sosial adalah pola-pola tingkah laku manusia yang menggambarkan wujud tingkah laku manusia yang dilakukan berdasarkan sistem. Kebudayaan dalam wujud sistem sosial bersifat konkret sehingga dapat diabadikan.

  Pengertian Hukum Menurut Para Ahli, Pidana, Perdata & Internasional

Selain Koentjaraningrat, ahli sosial J.J. Hoenigman membagi wujud kebudayaan menjadi tiga wujud. 3 wujud kebudayaan menurut J.J. Hoenigman, meliputi

  • Gagasan ( Wujud Ideal )

Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak yaitu tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud ideal terletak dalam pemikiran warga masyarakat.

Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan, dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

  • Aktivitas ( Tindakan )

Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering juga disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial yang terdiri dari aktivitas – aktivitas manusia yang saling berinteraksi dan lain – lain ini bersifat konkret.

  • Artefak ( Karya )

Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang bisa diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifat artefak paling konkret jika dibandingkan dari 2 wujud kebudayaan lainnya.

Komponen Budaya

Komponen Budaya

Pengertian Budaya | Komponen Budaya

Menurut ahli antropologi Cateora, kebudayaan terdiri dari beberapa komponen atau bagian secara keseluruhan yang didasarkan dari wujud kebudayaan. Dibawah ini, terdapat komponen – komponen budaya diantaranya :

  • Kebudayaan Material

Kebudayaan material adalah temuan – temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi seperti mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, mesin cuci dan lainnya.

Kebudayaan material adalah semua ciptaan masyarakat yang nyata dan konkret.

  • Kebudayaan Nonmaterial

Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Contoh kebudayaan nonmaterial adalah berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

  • Estetika

Setiap masyarakat disuatu negara memiliki nilai estetikanya masing – masing. Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran agar pesan yang akan disampaikan dapat mencapai tujuan dan efektif.

Contohnya di beberapa wilayah di Indonesia setiap akan membangun bangunan jenis apa saja harus meletakkan janur kuning, dan buah-buahan sebagai simbol. Simbol tersebut memiliki arti berbeda di setiap daerah. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang menggunakan simbol – simbol ini.

  • Lembaga Sosial

Lembaga sosial dan pendidikan memberikan peran penting dalam konteks berhubungan dan berkomunikasi di dalam masyarakat. Sistem sosial yang terbentuk dalam suatu bangsa akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan sosial masyarakat setempat.

  • Bahasa

Bahasa adalah alat pengantar dalam berkomunikasi untuk setiap wilayah, bagian dan negara. Bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami dalam ilmu komunikasi. Bahasa memiliki sifat yang unik dan kompeks yang hanya dimengerti oleh pengguna bahasa itu sendiri.

  • Sistem Kepercayaan

Sistem kepercayaan akan mempengaruhi kebiasaan, pandangan hidup hingga cara berkomunikasi dalam suatu masyarakat. Sistem kepercayaan jika semakin dikembangkan dan dibangun untuk meyakinkan terhadap sesuatu, akan mempengaruhi sistem penilaian yang ada dalam masyarakat.

Ciri – Ciri Budaya

Ciri – Ciri Budaya

Pengertian Budaya | cici Budaya | sumber : queenbeesayscom.wordpress.com

Setiap budaya pasti memiliki nilai dan juga karakteristiknya masing – masing. Berikut ciri – ciri pada suatu budaya, meliputi :

  • Budaya bisa melambangkan atau menyimbolkan suatu suku atau daerah tertentu.
  • Budaya harus melalui proses pembelajaran dan bukan suatu bawaan.
  • Budaya dapat disebarkan melalui komunikasi antar individu, kelompok, maupun ke generasi berikutnya.
  • Sifat budaya adalah selektif dan menampilkan pengalaman dan pola tingkah laku manusia.
  • Unsur-unsur budaya dapat saling berkaitan satu sama lainnya.
  • Manusia memiliki kecenderungan mengklaim budayanya adalah yang terbaik.
  • Sifat budaya adalah dinamis sehingga dapat berubah dari waktu ke waktu.
  • Budaya dapat berubah karena proses globalisasi.
  • Budaya dapat diwariskan pada generasi selanjutnya atau dari generasi ke generasi.
  Filosofi Rumah Adat Aceh dan Sejarah Keunikannya

Faktor – Faktor Kebudayaan

Faktor - Faktor Kebudayaan

Pengertian Budaya | Faktor Budaya sumber : sosiologiub2015.blogspot.com

Kebudayaan dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor kebudayaan ini ada yang merupakan faktor pendorong ada pula faktor penghambat. Dibawah ini faktor – faktor kebudayaan sebagai berikut :

Faktor Pendorong Kebudayaan

Faktor pendorong kebudayaan juga dapat dibagi menjadi dua, yaitu berasal dari faktor internal dan faktor eksternal.

1. Faktor Internal

Faktor internal adalah faktor pendorong yang berasal dari dalam diri kebudayan manusia itu sendiri.

  • Terdapat niat dari dalam diri atau dalam masyarakat itu sendiri untuk membudayakan dan melestarikan kebudayaa. Contoh nya : masyarakat aceh yang terus melestarikan tarian saman dan menampilkannya dalam ajang nasional dan internasional.
  • Adanya generasi penerus atau pergantian generasi dan berbagai penemuan setempat
  • Adanya rasa kecintaan terhadap budaya di dalam diri masyarakat setempat
  • Adanya keinginan masyarakat untuk terus menjaga kelestarian suatu budaya agar budaya tersebut tidak hilang.
  • Terdapat perubahan lingkungan hidup yang juga mendukung berkembangnya suatu budaya.

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah faktor pendorong yang berasal dari luar masyarakat. Contohnya seperti pengaruh hubungan antar budaya secara langsung maupun persebaran unsur kebudayaan serta perubahan lingkungan hidup.

Perubahan lingkungan hidup ini selanjutnya dapat memacu perkembangan sosial dan kebudayaan masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka.

Faktor Penghambat Kebudayaan

Selain faktor pendorong yang dapat meningkatkan perkembangan kebudayaan, terdapat pula faktor penghambat kebudayaan yang dapat membuat suatu kebudayaan meluntur atau bisa menghilang dari suatu masyarakat itu.

Faktor – faktor penghambat ini harus segera diatasi agar kebudayaan terus dapat dilestarikan dan menjadi warisan untuk generasi selanjutnya. Berikut ini faktor – faktor penghambat dari kebudayaan :

  • Banyaknya budaya asing yang masuk ke suatu negara, sehingga budaya asing itu mempengaruhi masyarakat yang ada dan masyarakat tersebut mulai mengikuti budaya luar. Masuknya budaya asing itu kemudian menggeser eksistensi budaya lokal.
  • Kurangnya kesadaran atau hilangnya kesadaran masyarakat terhadap keindahan berbagai macam kebudayaan daerahnya sendiri.
  • Masyarakat tidak memiliki keinginan untuk terus melestarikan budaya daerahnya sendiri.
  • Adanya anggapan bahwa budaya lokal merupakan kebudayaan yang sudah kuno dan sudah ketinggalan zaman.
  • Generasi penerus yang sudah tidak perduli terhadap kebudayaan daerahnya sendiri.
  • Banyaknya masyarakat yang sudah tidak perduli dengan kebudayaannya sendiri, sehingga bangsa dari negara lain mengklaim atau menganggap kebudayaan lokal merupakan milik negara mereka.

Contohnya kebudayaan Indonesia seperti tari reog ponorogo, tari pendet, batik, wayang dan lainnya yang dianggap milik negara lain sehingga terjadi sebuah perdebatan antar negara.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Pengertian Budaya, unsur – unsur, wujud, komponen, ciri – ciri dan faktor – faktor kebudayaan. Jika dirasa bermanfaat, silahkan di share dan jangan lupa sertakan sumbernya ya. Terima kasih.

sumber

Daftar Pustaka

  • Geertz, C. 1986. Mojokuto; Dinamika Sosial Sebuah Kota di Jawa. Jakarta: Pustaka Grafiti Perss.
  • Koentjaraningrat. 1993. Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
  • Ranjabar, J. 2006. Sistem Sosial Budaya Indonesia; Suatu Pengantar. Bogor : GHalia Indonesia.
  • Keesing,RM. 1989. Antropologi Budaya, Suatu Prespektif Kontemporer, Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
  • Tasmuji, et al. 2010. Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar. Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press.
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya – diakses 01 Februari 2019
  • https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-budaya.html – diakses 01 Februari 2019
  • https://informazone.com/pengertian-budaya/ – diakses 01 Februari 2019
  • https://moondoggiesmusic.com/pengertian-budaya/ – diakses 01 Februari 2019
  • http://digilib.uinsby.ac.id/13666/5/Bab%202.pdf – diakses 01 Februari 2019

Leave a Reply