Doa Sholat Dhuha dan Kandungannya yang Istimewa

Doa Sholat Dhuha – Sholat dhuha merupakan salah satu sholat sunnah istimewa bagi umat muslim yang dilakukan ketika waktu dhuha. Waktu dhuha ini yaitu kira – kira ketika matahari naik sekitar 7 hasta sejak terbit atau kira-kira pukul 7 pagi sampai sebelum waktu dzuhur.

Sebenarnya, sholat dhuha ini tata caranya hampir sama seperti sholat sunnah yang lainnya, namun yang membedakan yaitu niat, waktu hingga doa yang dipanjatkan. Taukah anda, bahwa sholat dhuha ini merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

Sholat dhuha ini begitu istimewa dan memiliki keunggulan yang luar biasa bagi siapapun yang mau mengerjakannya. Salah satunya yaitu dapat melapangkan dada dan segala hal terutama dalam hal rizki.

Doa Sholat Dhuha

sumber: img.okezone.com

Sholat dhuha juga bisa menggantikan sedekah dengan seluruh persendian. Terdapat sebuah hadits yang bisa kita renungkan yang berisi penjelasan mengenai keutamaan sholat dhuha ini, yaitu :

عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى
(أخرجه مسلم)

Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau telah bersabda: “Di setiap pagi, ada kewajiban sedekah atas setiap persendian dari salah seorang kalian. Setiap tasbiih adalah sedekah, setiap tahmiid adalah sedekah, setiap tahliil adalah sedekah, setiap takbiir adalah sedekah, amar makruf nahi mungkar adalah sedekah. Dan dapat memadai untuk semua itu, dua rakaat yang dilakukan pada waktu Dhuha” (HR. Muslim kitab Shalât al-Musâfirîn wa Qashruha, Bab: Istihbâb Shalat ad-Dhuha, hadits No. 720)

Selepas sholat dhuha, anda dapat berdoa dengan bacaan doa sholat dhuha yang berisi makna yang mendalam bagi kehidupan umat manusia. Di dalam doa tersebut berisi ungkapan-ungkapan permintaan hajat duniawi dan juga hajat untuk kebaikan akhirat.

Dalam artikel kali ini, diharapkan anda akan semakin memahami mengenai doa sholat dhuha, tata cara sholat dhuha yang bisa anda amalkan, serta diulas juga mengenai keutamaan sholat dhuha yang akan menjadi salah satu penguat anda dalam melaksanakan sholat dhuha ini.

Doa Setelah Sholat Dhuha

Doa Sholat Dhuha

sumber : hijapedia.com

Sebenarnya tidak ada doa khusus yang diajarkan oleh Rosulullah SAW yang dipanjatkan selepas sholat dhuha. Sehingga, tidak ada didalam kitab-kitab fiqih yang mencantumkan doa sholat dhuha tersebut.

Namun terdapat satu doa yang biasa dan populer dipanjatkan selepas sholat dhuha dilaksanakan oleh para muslim di dunia. Doa ini dicantumkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan disebutkan pula oleh Ad Dimyathi dalam I’anatuth Thalibiin.

Berikut ini bacaan doa sholat dhuha tersebut, namun pahami sekali lagi bahwa doa ini bukan berasal dari Rasulullah SAW.

doa sholat dhuha lengkap

doa sholat dhuha lengkap | sumber: ramadhanfun.blogspot.com

Doa Sholat Dhuha Latin

Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’auka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal-‘ismata ‘ismatuka.
Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assaran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita ‘ibaadakash-shalihiin.

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu DhuhaMu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahanMu, kekuatan adalah kekuatanMu, penjagaan adalah penjagaan-Mu”.

“Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuhaMu, kekuasaanMu (wahai Tuhanku)”.

“Berikanlah padaku apa-apa yang telah Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang sholih-sholih”.

Kandungan dalam Doa Sholat Dhuha

Kandungan dalam Doa Sholat Dhuha 

sumber: img.day.az

Seperti yang sudah anda ketahui bacaan dan artinya, ternyata doa sholat dhuha ini memiliki makna yang istimewa dan mendalam bagi kepentingan dunia dan akhirat.

Makna yang terkandung yaitu meliputi kesejahteraan kehidupan didunia dan mengantarkan manusia menjadi hamba yang senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT. Didalam doa ini setidaknya memiliki tiga kandungan didalamnya, diantaranya :

Bentuk pujian kepada Allah SWT

Jika anda memperhatikan, kandungan makna pada doa sholat dhuha ini yang pertama yaitu berisi puji-pujian kepada Allah SWT. Allah SWT merupakan Dzat yang memiliki semua waktu di muka bumi ini, termasuk waktu dhuha.

Waktu dhuha adalah waktu dimana manusia memulai aktifitasnya dan waktu dimana manusia mulai bertebaran dimuka bumi untuk mencari keberkahan dari anugerah Allah SWT.

Didalam doa ini, terdapat kalimat pertama : Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’auka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal-‘ismata ‘ismatuka.

Maksud dari doa ini bahwa Allah-lah Tuhan yang maha Agung, seluruh keagungan adalah milik-Nya, Dzat yang Maha Indah dan seluruh keindahan adalah milikNya. Allah adalah Dzat yang Maha Kuat, seluruh kekuatan adalah milikNya. Allah adalah Dzat yang Maha Kuasa, seluruh kekuasaan adalah MilikNya. Allah adalah Dzat yang Maha Menjaga, dan seluruh penjagaan adalah MilikNya.

Kemudahan dalam urusan rizki

Kandungan yang kedua dalam doa sholat dhuha ini adalah permintaan seorang hamba tentang kesejahteraan yang mencakup kemudahan dalam mencari rizki dimuka bumi.

Manusia adalah makhluk yang lemah yang hanya bisa mengandalkan kebaikan anugerah dari Allah SWT dalam mencukupi kebutuhannya. Inti dari kandungan dalam ini adalah meminta untuk dimudahkan dalam urusan rizki.

Dimanapun rizki itu berada, manusia meminta agar dimudahkan dalam memperoleh rizki itu.

Apabila sulit maka minta untuk dimudahkan. Apabila sedikit minta untuk dilimpahkan. Apabila jauh, minta untuk didekatkan. Apabila ada kandungan unsur haram, maka minta untuk dibersihkan dan disucikan.

Permintaan untuk dikabulkan sebagaimana para shalihin

Kandungan dari doa sholat dhuha yang terakhir yaitu meminta kepada Allah SWT agar doa yang dipanjatkan dikabulkan. Dalam doa ini, manusia memuji sifat Allah yang Maha Sempurna.

Selain itu juga, manusia meminta pemberian sebagaimana yang Allah telah berikan kepada para shalihin yang Allah cintai.

Selanjutnya, apabila kita sudah berdoa dan berusaha, maka kita harus terus ber huznudzon atas segala takdir yang telah Allah berikan. Karena Allah Maha Tahu yang terbaik bagi manusia, dan manusia tidak pernah tau apa yang terbaik bagi dirinya.

Allah sudah berjanji akan mengabulkan doa setiap hambaNya yang meminta. Sehingga, manusia tidak boleh terburu – buru untuk menyatakan bahwa doanya tidak terkabul. Sebab doa manusia akan terkabul menurut waktu yang telah ditentukan Allah, bukan karena ketentuan manusia itu.

Karena berdasarkan maqolah Ibnu ‘Athoillah As-Sakandary, yaitu :

“Janganlah membuat dirimu jadi patah harapan sebab terlambatnya pemberian dari Allah, meskipun kamu sudah berulangkali memohon (berdoa). Sebab Allah telah menjamin mengabulkan permintaanmu (doamu), sesuai dengan yang Allah pilihkan untukmu, bukan menurutmu sendiri. Juga pada waktu yang Allah kehendaki, bukan waktu yang engkau kehendaki sendiri.”

Keutamaan Sholat Dhuha

Keutamaan Sholat Dhuha

sumber : dictio.id

Bagi anda yang ingin memulai melaksanakan sholat dhuha, dibawah ini ada beberapa keutamaan sholat dhuha yang mungkin bisa menjadi penguat anda untuk selalu istiqomah dalam melaksanakan sholat dhuha.

Allah SWT akan menjaga orang yang sholat dhuha empat rakaat

Allah telah berjanji, untuk menjaga hambaNya yang melaksanakan sholat dhuha pada hari tersebut, sebagaimana yang telah dijelaskan didalam sebuah hadits :

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَوْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنَّهُ قَالَ ابْنَ آدَمَ ارْكَعْ لِي مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ آخِرَهُ أخرجه الترمذي. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Dari Abu Dardaa’ atau Abu Dzar, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah berfirman : “Wahai Bani Adam, shalatlah untuk-Ku pada awal siang hari empat rakaat, niscaya Aku menjagamu sisa hari tersebut” (HR at-Tirmidzi, kitab Shalât, Bab: Mâ Jâ`a fi Shalât ad-Dhuha, no. 475).

Akan dibangunkan Allah sebuah rumah di syurga

Manusia yang rajin dan istiqomah melaksanakan sholat dhuha, maka oleh Allah akan dibangunkan sebuah rumah di dalam syurga. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits :

Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ Barang siapa yang shalat dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami’ No. 634).

Sholat dhuha mencukupkan sedekah sebanyak seluruh persendian

Dijelaskan dalam sebuah hadits, bahwa di dalam tubuh manusia, terdapat 360 persendian. Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ

“Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan memiliki 360 persendian”(HR. Muslim no. 2377)

360 persendian manusia ini wajib untuk bersedekah setiap harinya yaitu mulai dari matahari terbit. Jika seorang hamba melaksanakan sholat dhuha, maka dinilai sholat itu dapat menggantikan sedekah dari 360 persendiannya. Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

فِي الْإِنْسَانِ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلًا فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ قَالُوا وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِي الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا وَالشَّيْءُ تُنَحِّيهِ عَنْ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُكَ

“Dalam diri manusia ada 360 persendian, lalu diwajibkan sedekah dari setiap sendinya, mereka bertanya, “Siapa yang mampu demikian, wahai Nabi Allah?” Beliau menjawab ”Memendam riak yang ada di masjid dan menghilangkan sesuatu (gangguan) dari jalanan. Apabila tidak mendapatkannya, maka dua raka’at shalat Dhuha mencukupkanmu.” (HR Abu Dawud no. 5242 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albâni dalam kitab Irwâa`ul-Ghaliil, 2/213 dan at-Ta’liq ar-Raghib, 1/235).

Termasuk sholat awwabin

Orang yang sholat dhuha maka akan dimasukkan kedalam sholatnya awwabin. Awwabin adalah orang yang banyak bertaubat kepada Allah SWT. Sebagaimana yang disampaikan oleh Rosulullah SAW dalam sebuah hadits yang berbunyi :

  لاَ يُحَافِظُ عَلَى صَلاَةِ الضُّحَى إِلاَّ أَوَّابٌ قَالَ وَهِيَ صَلاَةُ الأَوَّابِيْنَ

(أخرجه الحاكم)

“Tidaklah menjaga shalat Dhuha kecuali orang yang banyak bertaubat kepada Allah” (HR al-Hâkim dalam al-Mustadrak, 1/314. Syaikh al-Albâni menilai sebagai hadits hasan dalam Silsilah al-Ahâdits ash-Shahîhah no. 1994; lihat 2/324).

Dicukupkan Rizkinya

Sholat dhuha ini dalam sebuah hadits qudsi, Allah SWT berjanji akan mencukupkan rizki hambaNya yang mengerjakan sholat dhuha secara istiqomah. Firman Allah :

“ Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad).

Hukum Sholat Dhuha

Hukum Sholat Dhuha

sumber : thevigilantmindblog.files.wordpress.com

Para ulama memiliki beberapa pendapat yang berbeda mengenai hukum sholat dhuha ini. Berikut beberapa pendapat tersebut, diantaranya :

1. Sunnah Mutlak

Sunnah mutlak diartikan sebagai sholat dhuha disunnahkan setiap harinya. Berikut ini madzab mayoritas ulama yang bergumentasi di beberapa dalil diantaranya :

  • Hadits-hadits umum tentang keutamaan shalat Dhuha sebagaimana yang telah disebutkan terdahulu
  • Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu yang berbunyi: “Kekasihku Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berwasiat kepadaku dengan tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat Dhuha dan Witir sebelum tidur” (Muttafaqun ‘alaihi).
  • Hadits Mu’âdzah al-‘Adawiyah ketika ia bertanya kepada Aisyah dengan pertanyaan : “Dahulu, berapa rakaat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Dhuha?” Beliau (Aisyah) menjawab,”Empat rakaat, dan menambah sesukanya” (HR. Muslim).

2. Sunnah

Sholat dhuha hukumnya sunnah, namun tidak setiap hari.

3. Bukan Sunnah

Sholat dhuha hukumnya bukan sunnah. Hal ini merupakan pendapat dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma.

4. Sunnah karena faktor tertentu

Sholat dhuha hanya disunnahkan karena adanya faktor tertentu saja. Pendapat ini dirajihkan oleh Ibnu Taimiyyah rahimahullah dan Ibnul-Qayyim rahimahullah.

Selanjutnya, dari pendapat-pendapat diatas yang terkuat, inn syaa Allah adalah pendapat yang pertama, yaitu sholat dhuha hukumnya adalah sunnah mutlak, karena keumuman anjuran dalam melakukan sholat dhuha.

Pendapat tersebut, dirajihkan pula oleh Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah. Beliau menyatakan, yang rajih ialah sunnah mutlak yang terus-menerus dilakukan, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

“Setiap hari wajib bersedekah bagi setiap persendian dari salah seorang kalian”.

Para ulama telah menjelaskan, bahwa dalam tubuh manusia terdiri dari 360 jumlah persendian, sehingga setiap orang harus bersedekah 360 sedekah setiap hari.

Sholat dhuha adalah sunnah mutlak yang harus selalu dikerjakan, karena manusia tentunya tidak akan mampu memberikan sedekah hingga 360 sedekah. Allahu a’lam.

Tata Cara Sholat Dhuha

Tata cara sholat dhuha pada dasarnya sama seperti sholat sunnah yang lainnya, yaitu shalat dua rakaat dengan satu salam. Jumlah rokaat sholat dhuha paling sedikit dikerjakan dua rakaat, namun sebagian ulama tidak membatasinya.

Seperti yang dirajihkan oleh Syaikh Ibnu ‘Utsaimîn rahimahullah sebagaimana beliau menyatakan, bahwa pendapat yang benar yaitu tidak ada batasan maksimalnya, karena ‘Aisyah berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا وَيَزِيدُ مَا شَاءَ الله

“Dahulu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Dhuha empat rakaat, dan menambahnya sangat banyak” (HR. Muslim)

Untuk pelaksanaannya, sholat dhuha ini dilakukan dengan dua rakaat, dua rakaat. Hal ini berdasarkan keumuman. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

صَلَاةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى

“Shalat malam dan siang adalah dua rakaat dua rakaat” (HR an-Nasâ`i)

Niat sholat dhuha

Niat sholat sebelum takbirotul ihram hukumnya adalah sunnah menurut mahdzab Syafi’i dan Hambali.

Sedangkan menurut mahdzab Maliki dan Hanafi, mengucapkan niat sholat sebelum mengangkat tangan dan takbiratul ihram tidak disyariatkan, kecuali bagi orang yang ragu terhadap niatnya.

Dari kedua mahdzab tersebut, menyebutkan bahwa niat sholat cukup dilafalkan dalam hati bukan diucapkan dengan mulut, karena mengucap niat sholat adalah menyalahi keutamaan/khilaful aula dan bid’ah yaitu tidak dicontohkan oleh Rosulullah SAW.

Namun, terlepas dari perbedaan – perbedaan itu, berikut bacaan niat sholat dhuha yang umum biasa dipakai :

USHOLLI SUNNATADH DHUHAA ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA’AN LILLAAHI TA’AALAA.

Artinya: Aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Sholat Dhuha dua rakaat

Setelah anda memahami mengenai niat sholat dhuha, dibawahh ini tata cara sholat dhuha dua rakaat dan juga berlaku ke rakaat selanjutnya ( anda juga bisa melihat contoh video diatas) :

  1. Niat sholat dhuha
  2. Takbirotul Ihram
  3. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
  4. Membaca Surah Al-Fatihah
  5. Membaca Surah pendek (bisa surat Ad-Dhuha)
  6. Ruku’ dengan tuma’ninah
  7. I’tidal dengan tuma’ninah
  8. Sujud dengan tuma’ninah
  9. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  10. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  11. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  12. Membaca Surah Al-Fatihah
  13. Membaca Surah pendek (bisa surat As-Syams)
  14. Ruku’ dengan tuma’ninah
  15. I’tidal dengan tuma’ninah
  16. Sujud dengan tuma’ninah
  17. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  18. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  19. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
  20. Salam
  21. Membaca doa sholat dhuha

Demikianlah penjelasan mengenai doa sholat dhuha lengkap dengan kandungan doa, keutamaan dan tata cara sholat dhuha. Semoga penjelasan doa sholat dhuha ini bermanfaat bagi kita semua. aamiin ya rabbal alamin.

sumber

Referensi :

  • http://thegorbalsla.com/doa-sholat-dhuha/#Manfaat_Sholat_Dhuha – diakses pada 13 februari 2019
  • https://elizato.com/doa-sholat-dhuha/ – diakses pada 13 februari 2019
  • https://www.dream.co.id/orbit/tata-cara-sholat-dhuha-180726z.html – diakses pada 13 februari 2019
  • https://www.youtube.com/watch?v=9fQP0IjVIdE – diakses pada 13 februari 2019
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Salat_Duha – diakses pada 13 februari 2019
  • http://www.doaharianislami.com/2017/07/bacaan-doa-setelah-sholat-dhuha-lengkap.html – diakses pada 13 februari 2019
  • https://rumaysho.com/1028-shalat-dhuha-bisa-menggantikan-sedekah-dengan-seluruh-persendian.html – diakses pada 13 februari 2019
  • https://almanhaj.or.id/3488-shalat-dhuha-pengganti-sedekah-persendian.html – diakses pada 13 februari 2019

Leave a Reply